Selasa, 20 November 2012

KOMUNITAS PARA PEMIMPIN


Sebagian besar pekerjaan kita dalam harokah ini sebenarnya terletak pada membangun kekuatan kebertahanan, kita akan menghabiskan banyak waktu, fikiran dan energi untuk pekerjaan ini. Mengapa? Sebab kemampuan ini sebenarnya akan menentukan seberapa jauh kita melangkah ke depan. Kemampuan ini yang akan mengukur kekuatan lompatan kita, apakah mampu sampai ke depan atau tidak. Dan jika kita mampu menyelesaikan dengan baik pekerjaan besar ini maka kejayaan dan kemenangan hanyalah masalah waktu saja, dan kita akan lebih tahu waktu yang tepat untuk meraihnya. Kepemimpinan adalah salah satu tools ketahanan kita membangun peradaban dengan menjaga kebertahanan ideologi, nilai, sistem dan pengetahuan kita melalui kepemimpinan. Sebab kepemimpinan dalam setiap sejarah yang selalu berulang-ulang, telah memberikan porsi terbesar bagi seluruh masalah yang dihadapi setiap generasi dan peradaban. Ia menjadi syarat utama sekaligus sebagai ruh kehidupan yang ditiupkan kepada satu tubuh, satu entitas yang disebut Al-Jami’.
Al-Jami’ sebenarnya hanya sebuah benda mati yang setiap saat membutuhkan tiupan ruh kepemimpinan. Kepemimpinan menjadi ruh yang dimiliki untuk mengantarkan lokomotif peradaban ini menuju kepada stasiun kejayaan. Maka perlu setiap saat, setiap dimana kita harus bergerak membangun harapan, ruh ini harus mengisi ruang demi ruang kepemimpinan di Al-Jami’. Bukan hanya sekedar memilih ketua, mencetak kader dakwah, melahirkan penerus dan pengurus, menggugurkan program-program, tapi lebih dari itu, yaitu menghadirkan pemimpin yang lebih mampu, dipercaya memberikan kontribusi terbaik di kampus. Karena kampus adalah miniatur masyarakat bangsa kita, maka terujinya Al-Jami’ memberikan peran sosial dan kepemimpinan di kampus adalah indikator pertama keberhasilan dakwah kita.
Oleh karena itu, para perintis dakwah kampus kita di UIN, sejak dakwah ini diperkenalkan ke masyarakat kampus 2006 silam, telah melahirkan instrumen-instrumen untuk mencetak para pemimpin, baik secara formal, maupun non formal di Al-Jami’. Training Muslim Kaffah sebagai pelatihan kader tingkat 3 adalah salah satunya. Ini bukan sekedar pemberian materi dan taujih, juga bukan sekedar forum share dan diskusi apalagi sekedar even insidental yang menghabiskan dana dan fikiran serta menguras energi. Bukan, bukan itu. Itu sangat sederhana. Namun kegiatan ini menjadi ikhtiar para perintis dakwah, pembangun dakwah serta penerus dakwah kampus ini untuk mengelola masa transisi kader menuju generasi kepemimpinan berikutnya.
Al-Jami’ bukan hanya komunitas dakwah, tapi juga komunitas pemimpin hebat, saya sangat percaya itu. Maka membangun komunitas ini melalui Training Muslim Kaffah memiliki urgensi yang sangat tinggi. Walaupun jika saya bertanya kepada peserta TMK hari ini: “apa pentingnya antum/na mengikuti TMK?” maka sedikit yang akan mampu menjawabnya dengan benar sesuai selera ideologi kita. Maka dengan risalah ini, saya ingin mengajak antum/na sahabat-sahabat dakwahku, para pemimpin peradaban untuk kembali meluruskan niat, mengikhlaskan segalanya agar kemurnian pemahaman dakwah ini bisa mengalir ke seluruh tubuh kita, melewati setiap urat nadi kita, memenuhi otak dan menyegarkan energi kita lalu meledakkan visi peradaban Al-Jami’ di tahun-tahun mendatang.
Saya ingin kembali bertanya, “apa pentingnya antum/na mengikuti TMK?”. “mengapa antum/na harus berada di tempat ini? “Apa yang ingin antum/na dapatkan dari pelaksanaan TMK untuk membawa Al-Jami’ ke depan?”. Jika hanya sekedar “menggugurkan kewajiban” naik tingkat levelisasi kader, maka antum/na bukanlah sosok pemimpin yang dicari Al-Jami’. Sekali lagi bukan. Jika hanya sekedar “menggugurkan ketaatan” maka ketaatan terbaik adalah disaat antum/na mendirikan malam dengan sujud, ruku serta doa-doa antum/na tanpa seorangpun yang tahu. Jika hanya sekedar ingin mendapatkan ilmu dan pengetahuan, maka lebih baik antum/na masuk di fakultas dakwah atau mengikuti seminar-seminar kepemimpinan. Jika sekedar ingin mencari sensasi dan tebar pesona, maka mari kita berlindung diri kepada Allah dari segala penyakit riya, yang menggugurkan segala kebaikan-kebaikan kita.
Ketika antum/na berjalan di trotoar di tengah keramaian, berhentilah sejenak dan lihatlah kesibukan seluruh orang-orang yang ada di sekeliling antum/na. dari pengendara motor, penjaja makanan, penjual minuman, sopir angkot dan bocah penjual Koran di lampu merah Alauddin. Dan berdialoglah dengan hati, maka antum/na akan mendapatkan satu pertanyaan bahwa “siapa yang menggerakkan mereka semua?” Siapa? Maka biarkan mereka menjawab, HARAPAN. Harapan yang menggerakkan kita berbuat dan mencapai sesuatu. Seperti kita semua hari ini. Namun, kita berbeda (mungkin) dengan mereka, sebab kita menjadikan Allah sebaik-baik tempat menyandarkan harap. Harapan ini pula yang harus antum/na bawa pulang ke rumah masing-masing setelah mengikuti seluruh sesi pelaksanaan TMK, harapan untuk bersama-sama membawa Al-Jami’ ke depan menuju momentum terbaiknya. Dan biarkanlah alam beserta isinya yang “melantik” antum/na menjadi sejatinya pemimpin dengan segala energi positifnya yang di hembuskan melalui semilir angin di celah dedaunan pepohonan, dan biarkanlah bunga mawar, melati. lavender dan lainnya mengirimkan semerbak wangi baunya ke lisan, pemikiran dan gerak antum/na. Dan akhirnya, seluruh semesta akan mengatakan ANDA LAYAK MEMBAWA UMMAT INI MENUJU SINGGASANA PERADABANNYA. Seperti sejarah yang telah mengakui prestasi emas para pahlawan, pemimpin, dan penakluk.
Barakallahu lakum wa ma’an najaahan.
16 November 2012

Mustaqim, S.Pd.I
Ketua UKM LDK Al-Jami’ UIN Alauddin Makassar
Periode 2009

Jumat, 06 Januari 2012

Profile UKM LDK Al-Jami' 2011


PROFIL UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM)
LEMBAGA DAKWAH KAMPUS (LDK) AL-JAMI’
UIN ALAUDDIN MAKASSAR
PERIODE 2011
I. SEJARAH LAHIRNYA
Sebuah Goresan Amal Nyata untuk sederet perjuangan mulia
Goresan hidup hari ini merupakan tulisan sejarah masa depan. Tinggal bagaimana lembaran-lembaran sejarah itu ditulis dengan kerja-kerja monumental untuk sebuah peradaban yang besar. Berawal dari sebuah pemikiran untuk bagaimana membumikan kalimatullah di muka bumi khususnya di kampus UIN Alauddin ini, muncul kemudian wajah-wajah yang siap mewujudkan cita-cita besar itu. Mereka bukanlah orang yang istimewa, juga tak terlalu dikenal oleh masyarakat kampus secara luas, mereka hanya sedikit dari mahasiswa kampus ini pada tahun 2006. Segelintir mahasiswa yang mulai mencipta asa, harapan yang mungkin terpatri sejak dilahirkan hingga bermetamorfosis dan mulai beradaptasi terhadap lingkungan kampus yang mulai tergerus oleh nilai-nilai amoral.
Dan alhamdulillah cita-cita besar itu mulai terwujud pada malam ahad di saat para pioner dakwah kampus ini melaksanakan agenda MABIT (malam bina iman dan taqwa) pada tanggal 01 April 2006. Disana ada akhuna Faqih Fathurrahman, Akhuna Arifin, akhuna Aswadi dan beberapa ikhwa lain yang berinisiatif “mencegat” Ayahanda Rektor UIN yang saat itu masih Prof. DR. Azhar Arsyad, MA setelah shalat subuh tanggal 01 April 2006. Perbincangan yang begitu singkat, dialog yang begitu sederhana akhirnya membuahkan hasil yang diinginkan dengan ucapan Bismillah dan rahmat Allah SWT, ayahanda rektor UIN saat itu mengizinkan kami untuk membentuk sebuah UKM yang selanjutnya lebih dekat dengan nama UKM LDK. Sebuah nama akhirnya diberikan dari lisan ayahanda untuk penamaan UKM LDK itu sendiri.
Itulah AL-JAMI’. Didalamnya ada sebuah harapan besar untuk menjadi penyatu dari semua kombinasi karakter dakwah di kampus ini. Kerja-kerja dakwah yang dilakukan tidak berhenti saat itu, segala hal yang berkaitan dengan perangkat-perangkat untuk sebuah organisasi di amanahkan kepada ukhti Jemmy Nurkhasanah. Beliau kemudian menyusun AD/ART nantinya. Di sana ada juga akh Faqih yang kemudian mengurus adminsitrasi lainnya untuk percepatan pembentukan lembaga dakwah ini. ALLAHU AKBAR……. Akhirnya UKM LDK AL-JAMI’ ini resmi menjadi salah satu unit kegiatan kemahasiswaan di kampus UIN sejak 2006.
Banyak hal yang berubah. Fase-fase sejarahpun muncul seiring proses regenerasi kader dakwah hingga saat ini. Setelah terpilihnya akhuna Arifin sebagai ketua umum pertama UKM ini, giliran akhuna Asrul Sani yang diamanahkan untuk membawa gerbong UKM ini setahun kedepan. Namun selanjutnya beliau harus menyelesaikan tugas akademiknya pertengahan tahun 2007, maka kepengurusan beliau yang baru berjalan belum setahun, akhirnya dialihkan ke ukhtina Jemmy Nhurkhasanah hingga kepengurusan 2007 berakhir. Tidak sedikit kegiatan yang dilakukan pada masa itu, walaupun umur yang masih dikatakan sangat muda, ibarat bayi, UKM LDK dituntut untuk berlari selain juga harus belajar untuk berjalan. Dan ternyata itu bukan menjadi rintangan ataupun penghalang untuk kemudian melahirkan kader-kader dakwah. Pengkaderan dan penerimaan anggota yang dilakukan menjadi mesin utama kami untuk mencari, mengolah dan mencetak pemimpin-pemimpin baru di UKM LDK ke depan.
Berakhinya kepengurusan ukhtina Jemmy Nurkhasanah menjadi babak baru untuk sebuah peningkatan kerja-kerja dakwah di kampus ini. Ada wajah-wajah baru, semangat baru, dan pola organisasi yang baru yang kemudian menjadi karakter kepengurusan akhuna Arman yang terpilih melanjutkan tugas-tugas ukhtina Jemmy sebagai ketua umum UKM LDK 2008. Banyak hal menarik yang dilakukan. Pengkaderan sebagai mesin pencetak pemimpin baru UKM LDK Al-jami’ mendapatkan semanagt barunya dengan berhasil merekrut anggota sejumlah 120 orang pada Super Islamic Camp angkatan ke-4. Sebuah angka yang fantastis saat itu.sebuah hasil dari semangat wajah-wajah baru yang diamanahkan mengawal serta kepengurusan 2008. Tidak hanya itu ekspansi wilayah kerja yang dilakukan. Musyawarah Mentoring Nasional di Bandung bulan juli menjadi ajang skala Nasional yang di ikuti oleh UKM LDK Al-jami’. Sebagai bukti keseriusan Al-jami’ untuk mewujudkan kampus yang robbani nantinya. Super Islamic Camp Angkatan ke-5 menjadi salah satu kegiatan terakhir yang dilakukan menjelang tutup usia kepengurusan 2008 sebelum pelaksanaan musyawarah besar ke 3 bulan januari yang mengharuskan suksesi kepemimpinan LDK 2009.
Regenerasi kepengurusan akhirnya dilakukan dengan terpilihnya akhuna Mustaqim sebagai ketua umum 2009 menggantikan akhuna Arman. Di tengah kepengurusan Akhuna Mustaqim, Al-Jami’ selanjutnya mendapatkan amanah yang luar biasa dengan terpilihnya sebagai PUSKOMDA (Pusat Komunikasi Daerah) Sulawesi selatan – Sulawesi Barat dan akhuna Swardi sebagai ketuanya selama dua tahun.
Di tahun 2010 Al-jami’ selanjutnya di pimpin oleh Akhuna Nur Alim kemudian di gantikan oleh Akh Ramli di tahun 2011. Di sana juga muncul wajah-wajah baru penuh semangat untuk tidak sabar lagi melakukan kerja-kerja dakwah kedepan. Dari fase ini kami ingin bercerita kembali. Kami ingin menggores sejarah baru itu dengan tulisan dari tinta-tinta emas para kader dakwah kampus ini. Agar esoknya sejarah itu menjadi cerita menarik bagi para penerus aktivis dakwah kampus. Cerita menarik yang melahirkan sebuah keajaiban. Dan keajaiban itu bernama kejayaan peradaban islam.

II. VISI,MISI DAN TUJUAN
a. Visi
Menegakkan kalimat tauhid di muka buka bumi
b. Misi
Mewujudkan masyarakat kampus yang robbani
Melahirkan kader-kader muslim yang intelek
Menerjemahkan tridarma perguruan tinggi kedalam metodologi dakwah islamiyah
c. Tujuan
“Adapun Tujuan dibentuknya LDK Al-jami’ adalah Mewujudkan lembaga dakwah yang kondusif sebagai wadah terjadinya perubahan yang selaras dengan cita-cita gerakan dakwah”.

III. STRUKTUR PENGURUS PERIODE 2011
Ketua Umum : Ramli (PA 08)
Sekertaris Jenderal : Munawwar Abd. Hamid (PAI 08)
Bendahara Umum : Sa’adatul Husna (Kimia 08)

A. DEPARTEMEN KADERISASI
Koord. Ikhwan : Abd. Rahman Lau (KPI 09)
Koord. Akhwat : Ummi Zahra (Kimia 08)
Sekertaris : Basri (TH 08)
Staff :
1. Ismail (TH 10)
2. Ibrahim (PAI 09)
3. Muh. Riswan (AF 10)
4. Alfurqon (PAI 09)
5. Muh. Ridwan (MPI 09)
6. Siti Jumriani (MPI 08)
7. Supiati (Kimia 09)
8. Nurhakima (IH 10)
9. Nur Hidayah (MPI 08)
10. Melati (PAI 10)

B. DEPARTEMEN SYIAR
Koord. Ikhwan : Muh. Saeni (PAI 09)
Koord. Akhwat : Ridha’atullah Wahab (TI 08)
Sekertaris : Muh. Safri T(PA 09)
Staff :
1. Pasbir (MPI 09)
2. Bohari (PAI 09)
3. Hasri (PAI 10)
4. Zainal Abduh (PA 09)
5. Rudhi Jayadi (TH 10)
6. Nur Laela (TI 08)
7. Misnawati (TI 09)
8. Sulikah (IH 10)
9. Linda Oktavianingsih (Kesmas 09)
10. Ani Muliani (Kesmas 09)

C. DIKLAT/ANTAR LEMBAGA
Koord. Ikhwan : Muhammad Anwar (PBA 08)
Koord. Akhwat : Hasni Hasan (PBA 08)
Sekertaris : Hasman (SKI 09)
Staff :
1. Abd. Jabbar (BPI 09)
2. Muh. Nur Hadi (PAI 08)
3. Asriadi Rijal (PA 09)
4. Abd. Rahman (IH 10)
5. Muh. Azhar (MPI 09)
6. Tenri Intani (Kessos 08)
7. Tasyrifany Akhmad (MPI 08)
8. Anna Hadriana (MTK 08)
9. Yusriah (PBA 08)
10. Suciati (Akuntansi 10)

D. DEPARTEMEN KEMUSLIMAHAN
Koordinator : Yaumil Maghfirah (Arsi 08)
Sekertaris : Nur Wahidah (BSI 09)
Staff :
1. Rayhan (MTK 09)
2. Nur Hayani (PA 09)
3. Hastika (BSI 09)
4. Hikma Istiqomah (IH 10)
5. Suhayani (EI 08)
6. Ida Ilmiah Mursidin (TH 10)
7. Badriah (MTK 08)
8. Irna Ritsna Gisma (MTK 08)
9. Nur Amalaiyah Ishaq (MPI 08)
10. Fatmawati (PBI 09)

E. BIRO DANA DAN USAHA
Koord. Ikhwan : Dzulhajji Mansyir (EI 08)
Koord. Akhwat : Mutmainnah (Kimia 08)
Sekertaris : Syamsuddin (Kimia 08)
Staff :
1. Ahmad Hamdi (BSA 08)
2. Muh. Basir (PA 09)
3. Sa’idul Huda (PA 09)
4. Salehuddin (TH 08)
5. Gunawan (MTK 08)
6. Munawwarah (PBI 09)
7. Mirnawati (Kimia 08)
8. Sumira Achmad (PBI 08)
9. Sholihah MZ (KPI 09)
10. St. Mardiyah (IH 10)

F. BIRO KESEKRETARIATAN
Koord. Ikhwan : Abd. Rahman Rara (Kep. 08)
Koord. Akhwat : Sukaeni (PBI 08)
Sekertaris : Awal Asri Jaya (Fis. 08)
Staff :
1. Imran (Kep. 08)
2. Muh. Kamal Gani (PWK 09)
3. Muh. Ahyar (BSI 09)
4. Irsul Jaya (IH 09)
5. Tri Putra Jauhar (PWK 08)
6. Syamsiah (PBI 08)
7. Nur Sri Maryam (IH 10)
8. Nurul Hidayah (MPI 09)
9. Andi Wahyana Ulfa (Kebidanan 10)
10. Asruni (PBI 09)